Adat Indonesia

Blog tentang adat istiadat di Indonesia

Selasa, 10 Maret 2015

Masjid Tua Kayu Jao Solok Sumatera Barat

Masjid Tua Kayu Jao Solok Sumatera Barat (https://ransel-nusantara.blogspot.com)

Masjid Tua Kayu Jao terletak di Nagari Batang Barus, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, Provinsi Sumatera Barat. Ditepi jalan besar Nagari Batang Barus terdapat persimpangan jalan kecil dan papan nama bertuliskan pemberitahuan bahwa persimpangan kecil ini merupakan jalan masuk menuju lokasi masjid tuo berdiri. Persimpangan jalan kecil ini berjarak sekitar 10-15 km dari perempatan jalan besar menuju Alahan Panjang, Kabupaten Solok.

Jalan menuju lokasi adalah jalan kecil dengan lebar sekitar 2 meter dengan kondisi georgrafis jalan yang menurun cukup curam dan sedikit berbelok-belok. Sekitar 100 meter menjelang masjid, jalan menurun sangat curam, dianjurkan untuk para pengunjung yang membawa kendaraan, demi keselamatan agar memarkir kendaraannya dibagian atas jalan saja dan turun berjalan kaki menuju masjid.

 Masjid Tua Kayu Jao (https://ransel-nusantara.blogspot.com)

Menurut cerita yang berkembang, Masjid Tua Kayu Jao didirikan pada abad 16 atas swadaya masyarakat Lubuk Lasih dan Batang Barui.

Keberadaan Masjid Tuo merupakan tanda sejarah bahwa agama Islam telah ada dan berkembang sejak lama di daerah Solok. Dan nagari tempat berdirinya masjid ini menjadi pusat pengembangan agama Islam.

Masjid ini merupakan pusat kegiatan 3 anak nagari, di kanagarian Batang Barus, yaitu; Jorong Lubuk Selasih, Jorong Kayo Aro, dan termasuk tempat berdirinya masjid tersebut yaitu Jorong Kayu Jao.

Arsitektur

Meski bangunan bergaya Masjid Demak dan Banten, yang atapnya juga bersusun tiga ini sempat dipugar tapi sebagian besar bangunan masjid masih asli.

Di samping keasliannya yang tetap terjaga hingga kini, masjid awalnya dibangun tanpa menggunakan satu buahpun paku, hanya menggunakan pasak kayu disetiap sambungan kayu-kayunya sampai terjadi renovasi beberapa tahun yang lalu, ada beberapa bagian sambungan kayu-kayu masjid yang kemudian digunakan paku.

Diskripsi Bangunan

Bedug di halaman depan Masjid (https://ransel-nusantara.blogspot.com)

Masjid Tua Kayu Jao berdenah empat persegipanjang, luas lahan 1025 m2 dan luas bangunan 121 m2. Di depan halaman masjid terdapat tempat bedug dan bangunan makam. Dinding dan plafon seluruhnya terbuat dari papan kayu, sedangkan atapnya bertumpang tiga yang terbuat dari bahan ijuk.

Bedug (https://fahleisme.wordpress.com)

Atap

Hiasan ukiran kerawangan dengan motif geometris (https://padangschebovenlanden01.blogspot.com)

Antara masing-masing atap dibuat suatu pembatas dengan hiasan ukiran kerawangan dengan motif geometris. Jumlah tiang seluruhnya 30 buah dengan tiang utama berada di tengah-tengah setinggi 15 m. Tiang ini menurut masyarakat setempat di sebut tiang macu, yaitu tiang yang bentuknya paling besar dibanding dengan tiang-tiang lainnya dan letaknya berada ditengah-tengah bangunan.

Ruang utama, Mihrab dan Mimbar

Ruang utama setelah dipugar (https://fahleisme.wordpress.com)

Mihrab dan Mimbar

Mihrab dan Mimbar (https://padangschebovenlanden01.blogspot.com)

Mihrab masjid berukuran 2,10 x 3,50 m. Di dalam mihrab terdapat mimbar kayu dengan ukiran motif suluran.

Pintu dan Jendela

 Masjid Tua Kayu Jao (https://ransel-nusantara.blogspot.com)

Pintu masuk berada di tengah-tengah bangunan selebar 1 m yang dihubungkan dengan tangga dari plesteran semen ke halaman masjid. Jendela berjumlah 13 buah masing-masing selebar 90 cm, sedangkan tempat wudhu berada di samping kiri bangunan masjid yang airnya diambil dari sebuah sumber mata air.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar