Adat Indonesia

Blog tentang adat istiadat di Indonesia

Minggu, 22 November 2015

Tarian di Kepulauan Sumatera


                 Tarian di Kepulauan Sumatera - Sumatera adalah pulau terbesar kedua di indonesia setelah Kalimantan dan pulau terbesar terbesar keenam di dunia. Nama lain Pilau ini yaitu Pulau Percha, Andalas, atau Suwarnadwipa (bahasa Sanskerta, berarti "pulau emas"). Secara umum, pulau Sumatera didiami oleh bangsa Melayu, yang terbagi ke dalam beberapa suku. Suku-suku besar ialah Aceh, Batak, Melayu, Minangkabau, Besemah, Suku Rejang, Ogan, Komering, dan Lampung. Dari banyaknya suku-suku tersebut terciptalah tarian-tarian tradisional disetiap provinsinya. Dan ini lah Tarian Tradisional di setiap Provinsi di kepulauan Sumatera. 

1. Provinsi Aceh – Tari Saman
     Tari Saman adalah sebuah tarian Suku Gayo aceh yang biasa ditampilkan untuk merayakan peristiwa-peristiwa penting dalam adat. Selain itu biasanya tarian ini juga ditampilkan untuk merayakan kelahiran Nabi Muhammad SAW. Tari saman ditetapkan UNESCO sebagai Daftar Representatif Budaya Takbenda Warisan Manusia di Bali, 24 November 2011.
     Pada umumnya, tarian saman dimainkan oleh belasan atau puluhan laki-laki, tetapi jumlahnya harus ganjil. Pendapat lain mengatakan tarian ini ditarikan kurang lebih dari 10 orang, dengan rincian 8 penari dan 2 orang sebagai pemberi aba-aba sambil bernyanyi. Untuk mengatur berbagai gerakannya ditunjuklah seorang pemimpin yang disebut syekh. Selain mengatur gerakan para penari, syekh juga bertugas menyanyikan syair-syair lagu saman, yaitu ganit.
Tarian yang berasal dari Provinsi aceh lainnya yaitu Tari Didong,Tari Likok Pulo, Tari Rapa'i Geleng, Tari Rateb Meuseukat, Tari Ratoh Duek, Tari Seudati, Tari Ula-ula Lembing, dan masih banyak lagi.
2    Provinsi Sumatera Utara – Tari Tortor
     Tortor Batak Toba adalah jenis tarian purba dari Batak Toba yang berasal dari Sumatera Utara yang meliputi daerah Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan, Toba Samosir dan Samosir. Tari to-tor adalah tarian yang gerakannya se-irama dengan iringan musik (magondangi) yang dimainkan dengan alat-alat musik tradisional seperti gondang, suling, terompet batak, dan lain-lain.
     Tari ini biasa digelar pada saat pengukuhan seorang raja, tari ini juga berasal dari 7 putri kayangan yang mandi disebuah telaga di puncak gunung pusuk buhit bersamaan dengan datangnya piso sipitu sasarung (Pisau tujuh sarung). Kemudian tor-tor Tunggal Panaluan merupakan suatu budaya ritual. Biasanya digelar apabila suatu desa dilanda musibah, maka tanggal panaluan ditarikan oleh para dukun untuk mendapat petunjuk solusi untuk mengatasi masalah tersebut.
     Tarian yang berasal dari Provinsi Sumatera Utara lainnya antara lain Tari Tor-Tor Tujuh Cawan, Tari Endeng-Endeng, Tari Toping-Toping (Huda-Huda), Tari Balanse Madam,Tari Baluse, Tari Piso Surit, Tari Serampang Dua Belas, dan masih banyak lagi.

3      Provinsi Sumatera Barat – Tari Payung
     Tarian adalah tarian yang berasal dari Minangkabau, Sumatera Barat. tarian yang melambangkan kasih sayang. Tarian ini mencerminkan pergaulan muda-mudi, sehingga penggunaan payung ini betujuan untuk melindungi mereka dari hal-hal negative dan biasanya dilakukan oleh 3-4 orang penari yang dilakukan secara berpasangan antara pria dan wanita.
      Tarian ini dilakukan dengan menggunakan payung sebagai instrument pelengkap. Selain menggunakan payung sebagai alat bantu yang dimainkan oleh penari pria, bisa juga ditambah dengan selendang untuk penari wanita. Musiknya cukup variatif, mulai dari agak pelan, lalu agak cepat dan cepat, sangat dinamis. Tarian ini biasa dibawakan pada saat pembukaan suatu acara pesta,pameran atau bentuk kegiatan lainnya.
     Tarian lain yang berasal dari Sumatera barat adalah Tari Piring, Tari Randai, Tari Rancak Minangkabau, Tari Indang Minangkabau, Tari Lilin, dan masih banyak lagi.

    Provinsi Riau – Tari Tandak 
     Tarian tandak adalah tarian dan juga nyanyian dalam bentuk pantun dari sekelompok pria dan wanita yang menjawab atau sebaliknya.Lagu pada tarian ini merupakan sebuah tanya jawab apa yang terjadi atau apa yang ada di bumi ini dalam kehidupan sehari-hari.Tari tandak adalah tarian pergaulan yang sangat di gemari atau di sukai di daerah Riau.
     Tari ini merupakan gabungan antara seni tari dan sastra, biasanya dipertunjukan pada malam hari.Tarian ini diawali dengan semua peserta tari tandak membentuk sebuah lingkaran dan saling berpegangan pundak setiap peserta. Lantas para peserta berjalan sambil mengangkat kaki dan menghentakannya ke tanah. Pada tari tandak biasanya dipimpin oleh seorang yang disebut kepala ngejang. Kepala ngejang bertugas sebagai pemberi irama pada gerakan tari tandak, dan berdiri di tengah-tangah peserta dengan memainkan alat giring-giring yang berbahan besi atau perak bercampur perunggu.
     Tarian yang berasal dari Riau lainnya adalah Tari Zapin, Tari Joget Lambak, Tari Makan Sirih, Tari Tandak Sebati, dan masih banyak lagi.

     Provinsi Kepulauan Riau – Tari Melemang
     Tari melemang merupakan tarian tradisional masyarakat di daerah Bintan. Tari melemang konon telah ada sejak zaman kerajaan Bentan. Ini artinya bahwa tarian tersebut sudah dikenal sejak abad ke-12. Konon, pada waktu itu, melemang bukan termasuk tarian konsumsi rakyat, tetapi tarian istana. Para penarinya pun bukan rakyat biasa, tetapi para dayang yang berasal dari sekitar istana.
     Tari Melemang dimainkan oleh 14 orang, diantaranya seorang pemain berperan sebagai Raja, seorang berperan sebagai permaisuri, seorang berperan sebagai puteri, empat orang sebagai pemusik, seorang sebagai penyanyi, serta enam orang sebagai penari.
     Tarian yang berasal dari Kepuauan Riau lainnya adalah Tari Makyong, Tari Zapin, Tari Joged Lambak, Tari Tandak dan masih banyak lagi.

6       Provinsi Jambi – Tari Sekapur Sirih 

     Tari Sekapur Sirih merupakan tarian selamat datang kepada tamu-tamu besar di Provinsi Jambi dan Riau.dan juga terkenal di malaysia sebagai tarian wajib kepada tamu besar Keagungan dalam gerak yang lembut dan halus menyatu dengan iringan musik serta syair yang ditujukan bagi para tamu. Menyambut dengan hati yang putih muka yang jernih menunjukkan keramahtamahan bagi tetamu yang dihormati.
     Tari ini menggambarkan ungkapan rasa putih hati masyarakat dalam menyambut tamu. Sekapur Sirih biasanya ditarikan oleh 9 orang penari perempuan, dan 3 orang penari laki-laki, 1 orang yang bertugas membawa payung dan 2 orang pengawal. Propetri yang digunakan: cerano/wadah yang berisikan lembaran daun sirih, payung, keris. Pakaian: baju kurung /adat Jambi, iringan musik langgam melayu dengan alat musik yang terdiri dari : biola, gambus, akordion, rebana, gong dan gendang.
     Tarian yang berasal dari Jambi lainnya adalah Tari Selampit Delapan, Tari Inai, Tari Niti Mahligai, Tari Sekato, Tari Liang Asak, Tari Angso Duo, dan masih banyak lagi.

     Provinsi Bengkulu – Tari Andun
     Tari Andun adalah salah satu tarian rakyat yang berasal dari Bengkulu dan dilakukan pada saat pesta perkawinan. Biasanya dilakukan oleh para bujang dan gadis secara berpasangan pada malam hari dengan diringi musik kolintang. Pada zaman dahulu, tari ini biasanya digunakan sebagai sarana mencari jodoh setelah selesai panen padi. Sebagai bentuk pelestariannya saat ini dilakukan sebagai salah satu sarana hiburan bagi masyarakat, khususnya bujang gadis.
     Seiring berkembangnya zaman dan untuk melestarikannya saat ini tarian andun dilakukan sebagai salah satu sarana hiburan bagi masyarakat, khususnya bujang gadis. Selain itu tarian ini merupakan tarian yang gunanya untuk menyambut para tamu yang dihormati. Seperti para pejabat atau tamu Negara dan para wisatawan guna memperkenalkan tarian ini lebih luas lagi.
     Tarian yang berasal dari Bengkulu lainnya adalah Tari Persembahan Rejang, Tari Bidadari Terminang Anak, Tari Ganau, Tari Lanan Belek, Tari Tabot, dan masih banyak lagi lainnya.

     Provinsi Sumatera Selatan – Tari Gending Sriwijaya
     Tarian ini digelar untuk menyambut para tamu istimewa yang bekunjung ke daerah tersebut, seperti kepala negara menteri kabinet, kepala negara / pemerintahan negara sahabat, duta-duta besar atau yang dianggap setara dengan itu. Untuk menyambut para tamu agung itu digelar suatu tarian tradisional yang salah satunya adalah Gending Sriwijaya, tarian ini berasal dari masa kejayaan kemaharajaan Sriwijaya di Kota Palembang yang mencerminkan sikap tuan rumah yang ramah, gembira dan bahagia, tulus dan terbuka terhadap tamu yang istimewa itu.
     Tari gending sriwijaya Biasanya tarian ini dibawakan oleh sebanyak 13 orang penari, yang terdiri dari 9 orang penari inti dan 4 orang pendamping dan penyanyi. Lagu Gending Sriwijaya ini dibawakan untuk mengiringi tari Gending Sriwijaya. Baik lagu maupun tarian ini menggambarkan keluhuran budaya, kejayaan, dan keagungan kemaharajaan Sriwijaya yang pernah berjaya mempersatukan wilayah Barat Nusantara Lirik lagu ini juga menggambarkan kerinduan seseorang akan zaman di mana pada saat itu Sriwijaya pernah menjadi pusat studi agama Buddha di dunia.
     Tarian yang berasal dari Sumatera Selatan lainnya adalah Tari Tanggai, Tari Mejeng Basuko, Tari Rodat Cempako, Tari Tenun Songket, Tari Madik, dan masih banyak lagi.

Provinsi Bangka Belitung – Tari Campak 
      Tari Campak tentang pergaulan yang menggambarkan kegembiraan kaum muda mudi. Tarian ini biasanya dibawakan berpasangan oleh laki-laki dan perempuan. Tari ini digunakan juga sebagai hiburan dalam berbagai kegiatan seperti penyambutan tamu atau pada pesta pernikahan di Bangka Belitung.
     Perkembangan mengenai Tari Campak ini pernah mengalami akulturasi dengan budaya Eropa, khususnya bangsa Portugis. Budaya Eropa membawa pengaruh terhadap Tarian Campak ini dan dapat dilihat dari alat musik pengiringnya yaitu akordion. Pengaruh ini tampak juga pada busana modern Eropa yang dipakai penari perempuannya, seperti gaun panjang, topi, dan sepatu berhak tinggi. Sedangkan penari laki-laki mengenakan busana tradisional yakni kemeja, celana panjang, peci, dan selendang.
     Tarian yang berasal dari Bangka Belitung lainnya adalah Tari Sepen, Tari Beripat, Tari Men Sahang Lah Mirah, Tari Bahtera Bertiang Tujuh, dan masih banyak lagi
Provinsi Lampung – Tari Sembah
      Tari sembah merupakan tarian tradisional yang berasal dari Suku Pepadun Provinsi Lampung. Pada awalnya Tari Sembah ditampilkan pada acara penyambutan para raja dan tamu-tamu istimewa. Saat ini Tari Sembah dikenal sebagai tari penyambutan yang tujuannya adalah menghormati tamu yang datang. Selain itu, tari sembah juga ditampilkan pada upacara pernikahan dengan tujuan yang sama yaitu menyambut para tamu yang hadir pada acara tersebut.
     Tari ini bernuansa hindu yang dapat dilihat dari kostum tari yang menggunakan kain yang cukup terbuka dikombinasikan dengan kain inuh dengan bawahan rok tapis. Para penari adalah wanita yang umumnya berjumlah lima dengan satu orang sebagai pembawa sigeh (sirih) dalam kotak emas. Di kepala, dipasang mahkota Siger satu lapis 9 tanduk. Tempo tari ini lambat gemulai.
     Tarian yang berasal dari Lampung lainnya adalah Tari Cangget Agung, Tari Cangget, Tari Bedana, Tari Melinting, Tari Jangget, dan masih banyak lagi
     Ini hanya bagian kecil dari banyaknya tarian yang ada di kepulauan sumatera. Meskipun hanya sedikit tapi dari situ lah kita dapat mengenal tarian-tarian tradisional yang ada di indonesia agar kita lebih mencintai kebudayaan-kebudayaan yang ada di Indonesia. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar