Adat Indonesia

Blog tentang adat istiadat di Indonesia

Jumat, 25 Maret 2016

Suku Ainu Jepang



SukuAinu Jepang - Mungkin hampir semua orang sudah tahu jika Jepang adalah salah satu negara paling maju di Asia bahkan di Dunia. Negara yang berada dikawasan Asia Timur inimasuk dalam 10 negara penggekspor terbesar dan pengimpor terbesar di dunia. Negara yangpernah menjajah negara kita selama 3,5 tahun ini juga merupakan maju dalambidang telekomunikasi, permesinan dan robotika. Namun dibalik kemajuan negara tersebut, Jepang masih memiliki Suku bangsa etnis pribumi dan masih bertahan hingga sekarang.
Meskipun suku ini pernah dipaksa oleh Pemerintahan Jepang untuk berasimilasi (melakukan pembauran dua kedudayaan dengan menghilangkan kebudayaan asli sehinga menghasilkan kebudayaan baru) dengan orang Jepang (Suku Yamato). Namun pada tahun 2008, parlemen Jepang mengesahkan revolusi yang mengakui bahwa Suku ini adalah suku pribumi dengan bahasa, kepercayaan, dan kebudayaan yang berbeda. Suku tersebut adalah Suku Ainu.
Suku Ainu adalah kelompok etnis pribumi Jepang yang berada di Hokkaido, Kepulauan Kuril. Jumlah pasti populasi suku ini tidak diketahui karena banyak orang Ainu yang menyembunyikan asal-usul mereka terkait masalah etnis di Jepang. Suku Ainu memiliki ciri fisik sedikit lebih pendek dari orang Jepang pada umumnya. Mereka memiliki tubuh gempal, kuat proporsional, tulang pipi tinggi dengan hidung pendek, wajah lebar dan berambut lebat berombak serta memiliki mata coklat gelap. Bagi suku Ainu, pria tidak boleh mencukur kumis dan jenggot sampai periode tertentu sehingga ciri fisik pria di sana memiliki wajah dengan kumis dan janggut lebat.
Suku Ainu sebagian besar tinggal di lembah sungai atau tepi laut tempat makanan tersedia dengan mudah. Dalam bahasa Ainu, sebuah desa disebut Kotan. Rumah kotan pada umumnya terbuat dari rumput cogon (ilalang), rumput bambu, dan kulit pohon. Bentuk rumahnya memanjang dari timur ke barat atau sejajar dengan sungai. Sebuah rumah memiliki panjang sekitar tujuh meter dengan sebuah pintu masuk diujung barat yang juga berfungsi sebagai gudang. Rumah ini biasanya memiliki tiga jendela, termasuk rorun-puyetatau sebuah jendela yang terletak di sisi menghadap pintu masuk, tempat masuk dewa. Suku Ainu telah menganggap jendela ini sebagai benda suci dan telah diberitahu untuk tidak pernah melihat ke dalam melalui jendela tersebut.
Dalam adat istiadat, salah satuadat istiadat atau kebudayaan Suku Ainu adalahUpacara Lomante. Upacara ini adalah suatu upacara yang pelaksanaannya dengan cara membunuh seekor beruang. Dalam masyarakat Ainu,beruang adalah salah satu dewa. Dewa yang datang ke dunia dari khayangan dengan cara menjelma menjadi beruang dan merupakan dewa makanan. Penyembelihan beruang yang diburu dari hutan ini dinamakan Kamuyhopnire. Bagi masyarakat Ainu, perburuan yang bertujuan untuk mengantar roh beruang menuju khayangan ini tidak dikenal dengan istilah berburu, tetapi yang dikenal adalah menjemput para dewa. Dengan upacara penyelembihan beruang seperti ini maka rohnya lah yang dikirim menuju dunia para dewa. Upacara ini sebetulnya merupakan upacara mengantar kembalinya roh dewa beruang kepada pangkuan sanak saudaranya di khayangan.
Budaya Ainu berasal dari sekitar 1200 M. Para ahli berpendapat bahwa budaya Ainu berasal dari penggabungan dari budaya Okhotsk dan Satsumon. Karena populasi suku Ainu sangat sedikit, pada tahun 2009 UNESCO memasukan Bahasa suku Ainu menjadi bahasa dalam keadaan kritis dan terancam punah. Maka dari itu pemerintahan Jepang terus berupaya melestarikan salah satu suku etnis negara tersebut dari perkembangan zaman yang semakin maju, dan agar terus dipertahankan sehingga menambah keragaman suku-suku bangsayang ada di dunia.
Sumber : Pram. “Suku Bangsa Dunia dan Kebudayaannya”. 2013

Tidak ada komentar:

Posting Komentar