Adat Indonesia

Blog tentang adat istiadat di Indonesia

Selasa, 08 Maret 2016

Mendaki Gunung Api Ijen Banyuwangi Jawa Timur

Gunung Ijen (https://climbingmount.blogspot.co.id)

Gunung Ijen adalah sebuah gunung berapi aktif yang terletak di perbatasan antara Kabupaten Banyuwangi dan Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur. Gunung ini memiliki ketinggian 2.443 mdpl dan terletak berdampingan dengan Gunung Merapi. Gunung Ijen terakhir meletus pada tahun 1999. Salah satu fenomena alam yang paling terkenal dari Gunung Ijen adalah kawah yang terletak di puncaknya. Untuk mendaki ke gunung ini bisa berangkat dari Banyuwangi ataupun dari Bondowoso.

Kawasan Wisata Kawah Ijen masuk dalam wilayah Cagar Alam Taman Wisata Ijen dengan luas 2.560 hektare, termasuk hutan wisata seluas 92 hektare. Kawah Ijen ini terletak di puncak gunung Ijen di wilayah Kecamatan Licin, Kabupaten Banyuwangi dan Kecamatan Klobang, Kabupaten Bondowoso. Udara dingin dengan suhu 10 derajat celcius, bahkan bisa mencapai suhu 2 derajat celcius, akan menambah sensasi tersendiri. Berbagai tanaman yang hanya ada di dataran tinggi juga dapat Anda temukan, seperti Bunga Edelweis dan Cemara Gunung.

Sejarah

Gunung Ijen (https://climbingmount.blogspot.co.id)

Gunung Ijen adalah gunung api yang masih aktif yang terletak di kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Gunung ini tercatat pernah meletus sebanyak empat kali yakni pada 1796, 1817, 1913, dan 1936. Gunung Ijen memiliki ketinggian 2.443 mdpl.

Gunung Ijen paling terkenal dengan kawahnya. Kawah Ijen adalah danau kawah terbesar di dunia. Kawah tersebut memiliki kedalaman 200 meter dan 5466 Hektar serta memiliki ketinggian 2.368 mdpl dan pengelolaan kawah Ijen tersebut masuk dalam Cagar Alam Taman Wisata Ijen, Bondowoso.

Rute Pendakian

Di Pal Tuding kita harus melaporkan pendakian kita kepada petugas PHPA, dan membeli tanda masuk. Kita bisa menginap di Pos PHPA ini dengan biaya sekedarnya, juga menyewa sleeping bag bila diperlukan. Dari sini perjalanan ke Kawah Ijen memakan waktu 2 jam.

Dari Pal Tuding perjalanan terus menanjak, hingga 25-30 derajat kemiringannya dengan jalan berupa tanah berpasir dan batu halus, yang cukup lebar dengan pemandangan hutan alam yang indah. Diperlukan waktu 1,5 jam maka kita akan sampai di Pondok Penambangan Belerang. Pondok ini dibuat kantor penampungan hasil belerang yang di dapat dari kawah. Di tempat ini kita bisa membeli minuman dan makanan ringan. Dari Pondok ini hanya diperlukan waktu 0,5 jam lagi melewati jalanan yang datar kita akan sampai di Kawah Ijen.

Gunung Ijen (https://log.viva.co.id/)

Untuk menuju ke danau, pengunjung harus menuruni bebatuan tebing kaldera melalui jalan setapak yang juga biasanya dilalui oleh para penambang. Sapu tangan basah disini sangat diperlukan, karena seringkali arah angin bertiup membawa asap menuju ke jalur penurunan.

Tiba di bibir kawah, pemandangan menakjubkan akan segera tersaji di depan mata. Sebuah danau hijau dengan diameter sekitar 1 km yang berselimutkan kabut dan asap belerang berada jauh dibawah. Dari sini pengunjung bisa melihat penambang-penambang belerang yang berada di dekat danau.

Telah sampai di Kawah Ijen (https://infowisata.net)

Selain menuju permukaan danau, pengunjung dapat juga mengelilingi kaldera yang memakan waktu kurang lebih seharian penuh. Pendakian ke Kawah Ijen umumnya disarankan dimulai pada pagi hari. Demi alasan keamanan, pendakian ke kawah ijen dari Paltuding ditutup selepas pukul 14:00, karena pekatnya asap dan kemungkinan arah angin yang mengarah ke jalur pendakian. Untuk mengejar perjalanan di pagi hari, pengunjung disarankan menginap di kota terdekat yaitu Bondowoso atau Situbondo.

Kawah Ijen

Kawah Ijen (https://daffatransport.com)

Kawah Ijen merupakan danau sulfur yang memiliki luas sekitar 54 hektar, dengan ketinggian permukaan kawah sekitar 2.148 m di bawah permukaan laut, bibir kawahnya memiliki ketinggian 238 m di atas permukaan laut dan memiliki kedalaman 200 m. Danau vulkanik ini mengandung sekitar 36.000.000 m air asam yang sangat panas.

Keindahan alam yang ada di sekitar Kawah Ijen tidak akan sempurna tanpa adanya dukungan dari keindahan gunung-gunung yang mengelilinginya, seperti Gunung Raung, Gunung Merapi, Gunung Papah, dan Gunung Widodaren.

Ditambah lagi, sebagai obyek wisata tambahan di sekitar Kawah Ijen juga terdapat perkebunan kopi, yang tepatnya terletak di kaki gunung ijen, pemandian air panas Blawan, Air Terjun Damar Wulan, Pondok Raja dan Kawah Wurung. Semuanya indah dan menawarkan pesona alam yang memukau.

Penambang Belerang Tradisional

Penambang belerang di dekat kawah (https://survival491m.blogspot.co.id)

Salah satu yang menjadi perhatian pengunjung di kawasan Kawah Ijen adalah adanya penambang belerang tradisional. Mereka dengan berani mendekati danau untuk menggali belerang dengan peralatan sederhana lalu dipikul dengan keranjang.

Penambang belerang sedang memotong (https://survival491m.blogspot.co.id)

Para penambang belerang ini mengambil belerang dari dasar kawah. Di sini asap cukup tebal, namun dengan peralatan penutup hidung sekadarnya seperti sarung, mereka tetap mencari lelehan belerang. Lelehan belerang didapat dari pipa yang menuju sumber gas vulkanik yang mengandung sulfur. Gas ini dialirkan melalui pipa lalu keluar dalam bentuk lelehan belerang berwarna merah.

Seorang penambang memikul belerang (https://www.wisatamaya.com)

Setelah membeku belerang berwarna kuning. Setelah belerang dipotong, para penambang akan memikulnya melalui jalan setapak. Beban yang dipikul cukup berat antara 80 hingga 100 kg. Para penambang sudah terbiasa memikul beban yang berat ini sambil menyusuri jalan setapak di tebing kaldera menuruni gunung sejauh 3 kilometer.

Iklim 

Dari segi iklim, Kawah Ijen memiliki jenis iklim tipe C dan D, menurut Schmidt dan Ferguson, yaitu iklim dengan curah hujan rata-rata 1500 - 4000 mm/tahun. Sedangkan, di sebelah selatan memiliki curah hujan rata-rata 3000-5000 mm/tahun dan suhu udara minimum mencapai 2° C dan maksimum 18° C.

Flora dan Fauna

Keadaan geografis dan topografi disekitar Kawah Ijen memungkinkan untuk tumbuhnya beberapa jenis tumbuhan seperti rerumputan, anggrek, cemara gunung, jamuju, eidelweis dan beberapa tanaman lain.

Beberapa jenis satwa yang dapat dijumpai di kawasan CA Kawah Ijen antara lain ; Macan kumbang/tutul (Panthera pardus), Kucing hutan atau Macan rembah (Felis bengalensis), Ajag (Cuon alpinus), Lutung jawa (Trachypithecus auratus), Tupai terbang (Petaurista elegan), Tupai tanah (Lariscus insignis) dan Tupai pohon (Scuridae), Kijang (Muntiacus muntjak), Jelarang (Ratufa bicolor), Babi hutan (Sus verrucosus), Banteng (Bos javanicus), garangan (Herpectes javanicus) dan Luwak (Paradoxurus hermaproditus).

Akses Menuju Lokasi

Untuk mencapai kawah Gunung Ijen dari Banyuwangi, bisa menggunakan kereta api ekonomi dengan tujuan Banyuwangi dan turun di Stasiun Karangasem kemudian naik ojek dengan tujuan Kecamatan Licin dan Desa Banyusari. Dari Banyusari, perjalanan dilanjutkan menuju Paltuding dengan menumpang truk pengangkut belerang atau menggunakan bus dan turun di Banyuwangi kota kemudian naik ojek bisa langsung ke Paltuding atau ke Desa Banyusari juga bisa namun dengan menggunakan bus tarif yang dikeluarkan akan lebih mahal. Pintu gerbang utama ke Cagar Alam Taman Wisata Kawah Ijen terletak di Paltuding, yang juga merupakan Pos PHPA (Perlindungan Hutan dan Pelestarian Alam). Alternatif rute adalah Bondowoso - Wonosari - Tapen - Sempol - Paltuding.

Tips

  • Saat yang paling tepat untuk menyaksikan keindahan Ijen adalah pada pagi hari. Sebaliknya, lakukan pesiapan yang cukup jika akan melakukan perjalanan pada malam hari, karena medannya cukup berat. 
  • Jika ingin melihat api biru, pendakian minimal dilakukan pada pukul 11 malam, karena api biru terlihat jelas hingga pukul 3 dini hari 
  • Jangan menggunakan celana berbahan jins, tetapi pilih bahan kain atau celana cargo. Pilih sandal atau sepatu yang nyaman di kaki. 
  • Gunakan penutup kepala dan telinga serta jaket untuk melawan suhu dingin 
  • Jangan minum terlalu banyak, cukup 1 atau 2 teguk setiap 15 menit, untuk mencegah proses pelambatan metabolism tubuh. 
  • Jangan lupa membawa masker atau penutup hidung karena untuk menuju Kawah Ijen, anda harus menyusuri jalan setapak menyusuri tebing kaldera, kadang-kadang asap belerang tertiup angin melewati jalur tersebut. 
  • Dari Licin menuju Paltuding perjalanan dapat diteruskan dengan kendaraan offroad, terutama jenis jeep double gardan karena sekitar 6 km sebelum sampai di Paltuding medannya cukup berat. 
  • Demi alasan keamanan, pendakian ke kawah ijen dari Paltuding ditutup selepas pukul 14:00, karena pekatnya asap dan kemungkinan arah angin yang mengarah ke jalur pendakian

Tidak ada komentar:

Posting Komentar