Adat Indonesia

Blog tentang adat istiadat di Indonesia

Kamis, 06 Agustus 2015

Ekowisata Bandar Bakau Dumai Barat Kota Dumai Riau (Video)

Ekowisata Bandar Bakau atau Wisata Alam Bahari Bandar Bakau (https://riauheadline.com)

Ekowisata Bandar Bakau yang berlokasi di Jl. Nelayan Laut Ujung, Kelurahan Pangkalan Sesai, Kecamatan Dumai Barat, Kota Dumai, Propinsi Riau. Kawasan ini luasnya sekitar 31 hektar mencakup Muara atau Kuala Sungai Dumai. Wisata alam yang berdiri diatas lahan PT Pelindo seluas 20 hektar ini.

Kawasan Hutan Mangrove Sungai Dumai ini dikelola oleh Darwis Mohammad Saleh, seorang masyarakat biasa yang memperjuangkan kawasan ini TETAP HIJAU dengan HUTAN BAKAU yang lestari. Disebut perjuangan ini dikarenakan, dia dan teman-teman lainnya berusaha mempertahankan kawasan tersebut tetap menjadi Hutan Mangrove yang awalnya diperuntukkan bagi Areal Perluasan Pelabuhan PELINDO Dumai. Perjuangan ini berlangsung sejak 1998-1999 hingga saat ini.

Pintu gerbang Wisata Alam Bahari Bandar Bakau

Sejarah

Darwis

Bermula ketika mudanya Pak Darwis melakukan perjalanan keliling Indonesia dengan berjalan kaki. Dia melihat begitu indahnya Indonesia yang kaya akan potensi alam dan budaya. Namun, sayangnya keadaan ini makin lama makin memprihatinkan dan budaya pun mulai luntur. Dia mulai melakukan gerakan penyelamatan lingkungan ini mulai dari tempatnya sendiri dengan gagasan pribadinya. Pak Darwis, sapaannya, bercita-cita untuk menjadikan kawasan Bandar Bakau sebagai kawasan konservasi.

Untuk mewujudkan Bandar Bakau sebagai kawasan konservasi, halangan dan rintangan serta suka duka mengiringinya silih berganti. Banyak modal yang dibutuhkan. Mulai dari materi, tenaga hingga pikiran.

Ekowisata Bandar Bakau 

Awalnya, Pak Darwis meminjam uang pada sebuah gerakan yang ada di Dumai, namun usahanya sia-sia karena tidak mendapatkan tanggapan yang positif. Selepas itu, Pak Darwis berbincang-berbincang dengan temannya di warung kopi dan menceritakan niatnya untuk memimjam modal.

Tak disangka dari temannya inilah Pak Darwis mendapatkan pinjaman uang. Dia menceritakan keinginannya untuk menjadikan kawasan ini menjadi pulih. Hari itu juga Pak Darwis mendapatkan pinjaman uang dari temannya.

Ekowisata Bandar Bakau (https://www.djemari.org)

Pak Darwis langsung bergerak untuk membeli bibit mangrove untuk menanamya di kawasan ini dan menjadikan kawasan ini yang sebelumnya rusak menjadi pulih.

Tak jarang tanggapan miring masyarakat menghampirinya. Bahkan beliau sering disebut sebagai orang gila yang bekerja dengan sia-sia. Namun, pujian dan cacian dijadikannya penyemangat untuk tetap menjaga lingkungan dan menjadikan kawasan ini sebagai kawasan konservasi hutan mangrove.

Wisman menjelejahi Hutan Mangrove (https://inforiau.co)

Medio Juni tahun 2000, Pak Darwis mulai gencar mengumpulkan masyarakat sekitar untuk bersama-sama menanam mangrove. Berbagai penyuluhan dan pendekatan yang dilakukan kepada masyarakat untuk menumbuhkan kecintaan terhadap lingkungan, memberikan arti penting untuk menyelamatkan kawasan ini.

Eksistensinya membuat nama Pak Darwis mulai dikenal banyak orang. Gerakan penyelamatan yang dilakukannya terhadap kawasan ini, membuat Pak Darwis kerap dipanggil untuk merehabilitasi kawasan lain yang telah rusak juga.

Sekolah Alam Bandar Bakau

Berbagai penghargaan pun silih berganti diterimanya. Dia juga pernah mendapatkan penghargaan dari Presiden RI ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono sebagai penyelamat lingkungan.

Fauna dan Flora

Sehingga ketika memasuki kawasan ini, selain dapat melihat aneka tanaman penahan abrasi, juga bisa menyaksikan spesies yang hidup berdampingan di kawasan hutan mangrove seperti kepiting, ikan, burung, monyet dan lain sebagainya.

Terdapat 24 spesies mangrove di kawasan hutan bandar bakau ini, salah satunya adalah bakau istimewa yang saat ini diperjuangkan untuk dilestarikan kembali oleh Darwis dan kawan-kawan yaitu belukap. Belukap (rhizophora mucronata) merupakan salah satu jenis bakau yang mengalami kepunahan di sungai Dumai. Kepunahan ini akibat ekploitasi bakau sebagai bahan baku arang dulunya, dimana panglong (tempat produksi arang) terdapat di Pangkalan Bunting di muara Sungai Dumai. Kegiatan ini salah satu contoh memperlakukan alam tanpa memikirkan generasi ke depan, tebang tanpa ada aksi penanaman kembali, akibatnya telah terjadi kepunahan jenis bakau ini di sungai Dumai bahkan generasi Dumai saat ini sudah tak mengenalinya lagi.

Sekolah Alam Bandar Bakau


Berbagai unggulan dan kegiatan peduli lingkungan diterapkan di kawasan konservasi mangrove ini, seperti mengadakan sekolah alam setaraf sekolah dasar, pustaka, pembersihan sampah pantai dan bank mangrove serta satwa ular bakau.


"Kita ingin menjadikan wisata alam bandar bakau ini sebagai pusat tumbuhan mangrove terlengkap di Indonesia dan tempat mendidik anak sejak dini untuk peduli dan cinta terhadap lingkungan," jelas Darwis.


Kegiatan

Kegiatan yang ada di hutan Bandar Bakau ini adalah :

- Bank Mangroove (pusat budidaya pembibitan dan penanaman mangroove)
- Sekolah alam Bandar Bakau
- Pembersihan sungai dan pantai
- Pusat informasi mangroove
- Explorasi potensi wisata Bandar Bakau

Harapan kita semua untuk hutan bandar bakau ini kepada semua pihak baik pemerintah, swasta dan masyarakat adalah mari sama-sama kita dukung dan lestarikan hutan ini agar menjadi Hutan Kota Dumai serta melestarikan hutan-hutan lainnya agar Indonesia kita tercinta menjadi tempat yang lebih baik untuk anak cucu kita kelak.


Informasi lebih lanjut

Ekowisata Bandar Bakau atau Wisata Alam Bahari Bandar Bakau
Jl. Nelayan Laut Ujung, Kelurahan Pangkalan Sesai, Kecamatan Dumai Barat,
Kota Dumai, Propinsi Riau.
Koordinat GPS: 1° 41' 19.23" N dan 101° 25' 58.66" E
Telp.: +6282172288635, +6285282279909
Email: pabclub99@yahoo.com
Website: https://mangrovedumai.blogspot.com
Foursquare:
https://id.foursquare.com/v/bandar-bakau/4f193b31e4b0808f61f8e990 

Pecinta Alam Bahari & Sekolah Alam Bandar Bakau
FB: https://www.facebook.com/PAB.SABB

Tidak ada komentar:

Posting Komentar